Skip to Content

MENGAJAR MEMBACA KREATIF PADA ANAK USIA DINI

Bolehkah anak usia dini di ajari membaca?

Itu pertanyaan yang sering di lontarkan para guru Taman Kanak-Kanak setiap mereka mengikuti berbagai seminar tentang pengajaran pada anak usia dini.

Para guru sering mengalami dilema jika sudah menyangkut pengajaran membaca yang merupakan tuntutan dari para orang tua yang mengharapkan  putra-putrinya yang di titipkan di TK, setelah lulus harus sudah dapat membaca, menulis dan berhitung ( calistung). Jika mereka tidak memberikan pelajaran calistung, sudah pasti orang tua akan protes dan menganggap bahwa TK tersebut tidak bagus, karena asumsi para orang tua murid yang masih berpikiran konvensional; TK yang baik dan bagus adalah TK yang mengajari anak didiknya calistung. Benarkah demikian???

Hakikatnya, pembelajaran pada anak TK harus mengikuti 10 prinsip pembelajaran:

  1. Belajar melalui bermain, bermain seraya belajar
  2. Berorientasi pada perkembangan anak
  3. Berorientasi pada kebutuhan anak
  4. Berpusat kepada anak
  5. Menggunakan tematik
  6. Kegiatan Pembelajaran yang Aktif, Inovatif,  Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM).
  7. Mengembangkan Life Skill
  8. Lingkungan yang kondusif
  9. Demokratis
  10. Bermakna

Bagaimana penerapan dari 10 prinsip di atas dengan permasalahan membaca  yang di tuntut orang tua?

Taman Kanak-kanak memang bukanlah pra Sekolah Dasar, maka  cara penyampaian pelajaran yang diberikanpun harus disesuaikan dengan usia anak TK. Caranya:

  1. Gunakan metode yang variatif dalam penyampaian materi ( bernyanyi, bermain, bercerita, praktek langsung, dsb)
  2. Buat gambar-gambar yang sudah ada tulisan di bawahnya ( metode cantol;lembaga kata) sesuai tema.
  3. Tempel dan gantungkan gambar-gambar tsb semenarik mungkin, lalu ajak anak untuk mendiskusikan gambar-gambar yang di tempel/di gantung agar anak belajar mengungkapkan apa yang di ketahuinya.
  4. Ajak anak didik bermain dan bernyanyi huruf, suku kata, dan kosa kata.
  5. Lakukan hal itu sambil bermain dan dalam keadaan menyenangkan bagi anak didik.
  6. Integrasikan seluruh bidang pengembangan dalam satu kegiatan yang menarik.
4 Responses
  1. I WAIT FOR YOUR ARTICLE.

    January 26, 2011
  2. Good an very informative post. I will come back to your blog regullary. One thing: I do not exactly know what do you mean in the second paragraph. Could you please exmplain your opinion?

    March 4, 2011
  3. I am really impressed. Today I spent a lot of time searching for something interesting on this topic. Finally I found your blog. Thanks for that!

    March 4, 2011
  4. I am really amazed. Today I spent a lot of my free time looking for something interesting on this topic. Finally I found your blog. Thanks for that!

    March 4, 2011

Comments are closed.